teknik budidaya kedelai

8.3 Teknik Budidaya Kedelai
a. Botani
Kedudukan kedelai dalam
sisitematika tumbuhan
(taksonomi) diklasifikasikan
sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Devisi : Spermatophyta
Sub-divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Polypetales
Famili : Leguminosa
Sub Famili : Papilionoideae
Genus : Glysin
Species : Glycine max (L)
Merill.
Kedelai dikenal dengan
beberapa nama lokal diantarnya
adalah kedele, kacang jepung,
kacang bulu, gedela dan
demokam. Di jepang dikenal
adanya kedelai rebus
(edamame) atau kedelai manis,
dan kedelai hitam (koramame)
sedangkan nama umum di dunia
disebut “soyabean”.
b. Morfologi
Susunan tubuh kedelai terdiri
atas dua macam alat organ
utama yaitu vegetatif dan
generatif.
Organ vegetatif meliputi:
- akar
- batang
- daun
Organ generatif meliputi:
- bunga
- buah
- biji
Struktur akar tanaman kedelai
terdiri atas akar lembaga
(radikula), akar tunggang (radix
primaria), dan akar cabang (radix
lateralis) berupa akar rambut.
Akar kedele memiliki
kemampuan membentuk bitil
akar (nodul). Bintil-bintil akar
bentuknya bulat atau tidak
beraturan yang merupakan
koloni dari bakteri Rhizobium
japonicum. Bakteri ini
bersimbiosis dengan nitrogen
bebas dari udara.
Jumlah nitrogen yang dapat
ditambat bakteri ini berkisar 40-
70% dari seluruh nitrogen yang
dibutuhkan tanaman.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa tiap hektar lahan yang
ditanaman kacang kedele dapat
menghasilkan 198 kg bintil akar
per tahun atau setara dengan
440 kg pupuk urea.
Pada tanah yang belum atau
telah lama tidak ditanami
kacang-kacangan biasanya
populasimikrobia penambat N
sedikit.
Oleh karenanya tanah yang
belum pernah ditanamami
kacangan maka perlu
186
dikembangkan teknik inokulasi
rhizobium.
Kedele berbatang semak yang
dapat mencapai ketinggian
antara 30-100cm.
Batang beruas-ruas dan memiliki
percabangan antara 3 -6
cabang.
Tipe pertumbuhan kedele
dibedakan 3 macam, yaitu:
- tipe determinate
- Tipe semi determinate
- Tipe indeterminate
Tipe determinate, memiliki ciri
antara lain:
- ujung batang tanaman
hampir sama besarnya
- Pembungaan serentak
- Tinggi tanaman termasuk
kategori pendek sampai
sedang
- Daun paling atas
ukurannya samabesar
dengan daun bagian
tengah
Tipe indeterminate, mempunyai
ciri antara lain:
- ujung tanaman lebih kecil
dari ujung tengah
- ruas batangnya panjang
panjang, dan agak melilit
- pembungaan berangsurangsur
dimulai dari
bawah
- pertumbuhan vegetatif
terus menerus
berlangsung
- Tinggi batang termasuk
kategori sedang sampai
tinggi
- Ukuran daun paling atas
lebih kecil dibandingkan
dengan daun bagian
tengah
Tipe semi-determinate
mumpangai ciri antara dua tipe
diaras.
Daun kedelai mempunyai ciri
antara lain helai daun (lamina)
oval dan tata letaknya pada
tangkai daun bersifat majemuk
berdaun tiga (trifoliatus).
Gambar 67 Daun kedele
Tanaman kedele memiliki bunga
sempurna (hermaphrodite), yakni
pada tiap kuntum bunga terdapat
187
alat kelamin betina (putik) dan
alat kelamin jantan (benangsari).
Mekarnya bunga berlangsung
pada pukul 08.00-09.00 dan
penyerbukannya bersifat
menyerbuk sendiri.
Kuntum bunga tersusun dalam
rangkaian bunga, namun tidak
semua bunga dapat menjadi
polong (buah), sekitar 60%
bunga rontiok sebelum
membentuk polong.
Umur keluarnya bunga kedelai
bergantung varietasnya.
Tanaman ini menghendaki
penyinaran pendek lebih kurang
12 jam per hari.
Buah kedelai disebut polong
yang tersusun dalam rangkaian
buah. Tiap plong berisi antara 1-
4 biji per polong. Jumlah polong
per tanaman bergantung pada
varietasnya. Kedelai yang
ditanaman pada tanah subur
pada umumnya dapat
menghasilkan 100-
200polong/pohon.
Biji kedelai umunya berbentuk
bulat, atau pipih sampai bulat
lonjong, dengan warna bervariasi
kuning, hijau, cokllat atau hitam.
c. Varietas
Varietas kedelai sudah ditanam
di Indonesia pada mulanya
berasal dari diantaranya jepang,
Taiwan, Amerika Serikat, dan
sebagainya.
Kriteria varietas unggul kedelai
adalah:
- Berproduksi tinggi
- Berumur pendek
- Tahan (resisten)
terhadap penyakit
berbahaya
- Mempunyai daya
adaptasi luas terhadap
berbagai keadaan
lingkungan tumbuh.
d. Pedoman teknis
d.1Syarat Tumbuh
d.1.1 Tanah
Tanaman kedele dapat
tumbuh pada berbagai jenis
tanah dengan drainase dan
aerasi tanah yang cukup baik
serta air yang cukup selama
pertumbuhan tanaman.
Tanaman kedele dapat
tumbuh baik pada tanah
alluvial, regosol, grumosol,
latosol atau andosol. Pada
tanah yang kurang subur
(miskin unsur hara) dan jenis
tanah podsolik merah-kuning,
perlu diberi pupuk organik
dan pengapuran.
d.1.2 Iklim
Kedele dapat tumbuh subur
pada : curah hujan optimal 100-
200 mm/bulan. Temperatur 25-
27 derajat Celcius dengan
penyinaran penuh minimal 10
jam/hari. Tinggi tempat dari
permukaan laut 0-900 m, dengan
188
ketinggian optimal sekitar 600
m. Air . Curah hujan yang cukup
selama pertumbuhan dan
berkurang saat pembungaan dan
menjelang pemasakan biji akan
meningkatkan hasil kedele.
d.2.Teknik Budidaya
d.2.1 Persiapan lahan
Pengolahan lahan dimulai
sebelum jatuhnya hujan. Tanah
diolah dengan bajak dan
garu/cangkul hingga gembur.
Untuk pengaturan air hujan perlu
dibuat saluran drainase pada
setiap 4 m dan di sekeliling
petakan sedalam 30 cm dan
lebar 25 cm. Kedele sangat
terganggu pertumbuhannya bila
air tergenang.
Tanah bekas pertanaman padi
tidak perlu diolah (tanpa olah
tanah = TOT).
Jika digunakan lahan tegal
lakukan pengolahan tanah
secara intensif yakni dengan 2
kali dibajak dan sekali diratakan.
Buat saluran dengan kedalaman
25–30 cm dan lebar 30 cm
setiap 3–4 m, yang berfungsi
untuk mengurangi kelebihan air
sekaligus sebagai saluran irigasi
pada saat tidak ada hujan.
Gambar 68 Setelah penanaman
padi dapat dilakukan penanaman
kedele
Perlakuan benih Untuk
mencegah serangan hama lalat
bibit, sebelum ditanam benih
dicampur Marshall dengan dosis
100 gram/5 kg benih. Benih
dibasahi secukupnya lalu
dibubuhi Marshall dan diaduk
rata.
d.2.2Penanaman
Dianjurkan menggunakan benih
bersertifikat dengan kebutuhan
benih sekitar 40 kg/ha.
Penanaman benih dengan cara
ditugal, jarak tanam 40 x 10 cm
atau 40 x 15 cm sesuai
kesuburan tanah, setiap lubang
tanaman diisi 2 butir benih lalu
ditutup dengan tanah tipis-tipis.
Gambar 69 Areal pertaanaman
kedele
189
d.2.3 Pengairan
Fase pertumbuhan tanaman
yang sangat peka terhadap
kekurangan air adalah awal
pertumbuhan vegetatif (15–21
HST), saat berbunga (25–35
HST) dan saat pengisian polong
(55–70 HST). Dengan demikian
pada fase-fase tersebut tanaman
harus diairi apabila hujan sudah
tidak turun lagi.
d.2.4 Pemupukan
Dianjurkan menggunakan pupuk
Urea 50 kg, TSP 100 kg dan KCl
50 kg/ha atau sesuai anjuran
setempat. Seluruh jenis pupuk
diberikan pada waktu bersamaan
yaitu saat pengolahan tanah
terakhir. Mula-mula Urea dan
TSP dicampur lalu disebar
merata, disusul penyebaran KCl
kemudian diratakan dengan
penggaruan.
d.2.5 Penyulaman Benih
Benih yang tidak tumbuh segera
disulam, sebaiknya memakai
bibit dari varietas dan kelas yang
sama. Penyulaman paling
lambat pada saat tanaman
berumur 1 minggu.
d.2.6 Penyiangan
Penyiangan dilakukan paling
sedikit dua kali, karena di lahan
kering gulma tumbuh dengan
subur pada musim penghujan.
Penyiangan I pada saat tanaman
berumur 2 minggu,
menggunakan cangkul.
Penyiangan II bila tanaman
sudah berbunga (kurang lebih
umur 7 minggu), menggunakan
arit atau gulma dicabut dengan
tangan.
d.2.7 Pengendalian hama
Tidak kurang dari 100 jenis
serangga dapat menyerang
kedele. Pengendalian di tingkat
petani terutama di daerah sentra
produksi sering menggunakan
insektisida secara berlebihan
tanpa memperdulikan populasi
hama.
Hal ini selain menambah biaya
juga merusak lingkungan dan
menimbulkan kematian serangga
berguna.
Untuk mengurangi frekuensi
pemberian insektisida adalah
dengan aplikasi insektida
berdasarkan pemantauan hama.
Insektisida hanya akan
digunakan bila kerusakan yang
disebabkan oleh hama
diperkirakan akan menimbulkan
kerugian secara ekonomi, yaitu
setelah tercapainya ambang
kendali.
190
Pengendalian hama dilakukan
berdasarkan pemantauan.
Pengendalian hama secara
bercocok tanam (kultur teknis)
dan pengendalian secara hayati
(biologis) saat ini dilakukan untuk
menekan pencemaran
lingkungan.
Pengendalian secara kultur
teknis antara lain:
- penggunaan mulsa
jerami
- pengolahan tanah
- pergiliran tanaman dan
tanam serentak dalam
satu hamparan
- penggunaan tanaman
perangkap jagung dan
kacang hijau.
Pengendalian secara biologis
antara lain:
- penggunaan parasitoid
Trichogrammatoidea
bactrae-bactrae
- penggunaan Nuclear
Polyhidrosis Virus (NPV)
untuk ulat grayak Spodoptera
litura (SlNPV)
dan untuk ulat buah
Helicoverpa armigera
(HaNPV)
- Penggunaan feromonoid
seks yang mampu
mengendalikan ulat
grayak.
Beberapa jenis hama kedele
adalah:
Lalat Kacang atau lalat bibit
(Ophiomya phaseoli tryon).
Hama ini memiliki ciri-ciri:
- berukuran 1.5-2.0mm,
warna hitam mengkilat.
Berkembang biak cepat
satu ekor betina dapat
menghasilkan telur 100-
300 butir selama perode
dua minggu.
- Bentuk telur lalat kacang
adalah lonjong, panjang
0.28-0.36 lebar 0.12-
0.20mm, berwarna putih
mutiara. Telur menetas
setelah umur 2-4 hari.
Gejala serangan
- Bercak-bercak tidak
beraturan pada biji dan
daun
- Lubang kecil bekas
gigitan
Pengendalian
- Pergiliran tanaman
- Insektisida
Ulat Grayak
(Spodotera litura F)
Ciri-ciri
- ngengat berwarna gelap
dengan garis putih pada
sayap depan
- larva yang masih kecil
hidup berkelompok
- pembentukan pupa
diatas permukaan tanah
- daur hidup 30-61 hari
191
Gejala serangan
Ulat ini merusak seluruh bagian
tanaman
Pengendalian
- rotasi tanaman dengan
memutus siklus hidupnya
Ulat jengkal (chrysodeixis
chalcites Esp)
Ciri biologi
- Imago serangga dewasa
meletakkan telurnya di
permukaan bawah daun
- Larva membentuk
kepompong dan dalam
anyaman daun,
kemudian berubah
menjadi pupa.
- Daur ( siklus hidup) hama
ini berlangsung selama
lebih kurang 30 hari.
Gejala serangan
- Hama ini bersifat
pemangsa segala jenis
tanaman (polifag)dan
stadium yang
membahayakan adalah
larva.
- Larva menyerang seluruh
bagian tanaman,
terutama daun-daunnya
sehingga menjadi rusak
tidak beraturan.
Pengendalian
- Pengendalian non
kimiawi antara lain
dengan pergiliran (rotasi)
tanaman, mengatur
waktu tanam secara
serempak pada areal
sehamparan,
pengumpulan larva untuk
dimusnahkan.
- Penyemprotan insektisida
selektif apabila populasi
hama mencapai 85 ekor
instar 1 atau 32 instar 2
atau 17 ekor instar 3per
12 tanaman. Jenis
insektisida yang mangkus
antara lain Dekasulfan
350 EC, folimat 500 SL,
Gusadrin 150 WSC,
Hostathion 40 EC, atau
Matador 25 EC sesuai
konsentrasi yang
dianjurkan.
Penggulung Daun
(Lamprosema Indica F.)
Ciri Biologi
- Larva berwarna hijau
terang dan hidup dalam
gulungan daun muda.
- Pupa dibentuk dalam
gulungan daun yang
direkatkan satu sama lain
dengan zat perekat dari
hama tersebut.
192
Gejala serangan
Hama ini merusak kedele pada
umur tanaman 3-6 minggu
setelah tanam. Bagian daun
digulung dan dimakan sampai
tulang daunnya, sehingga daun
rusak.
Pengendalian
- Pergiliran tanaman yang
bukan sefamili ataupun
dengan mengumpulkan
dan memusnahkannya
- Pengendalian kimiawi
dengan insektisida
selektif.
Ulat polong atau buah
(Heliothis armigera Hbn)
Ciri biologi
- ngengat berwarna wawo
matang kekuningkuningan
- telur kecil-kecil
- larva berwarna merah tua
- pupa dibentuk diatas
tanah
- daur hidup 62 hari
Gejala serangan
- larva melubangi polong
kedelai sehingga rusak
Pengendalian
- non kimiawi melalui
pergiliran tanaman bukan
sefamili, waktu ranam
yang serentak, dan
mekanis dengan cara
mengumpulkan dan
memusnahkannya
- kimiawi dengan
insektisida misalnya
durnban 20EC atu Dipel
WP pada konsentrasi
yang dianjurkan.
Penggerek polong
(Etiella zinckenella treit)
Ciri biologi hama
- ngengat warna abu-abu
- sayap belakang ditutup
sisik jarang warna agak
cerah
- serangga betina mampu
bertelur 73-300 butir
diletakkan pada kelopak
bunga kedelai
- telur berwarna lonjong
dengan ukuran panjang
0.6mm.
- daur hidup hama 18-41
hari
Gejala serangan
- larva menggerek polong
dan tinggal di dalamnya
- kerusakan pada bunga
menyebabkan tanaman
tidak membentuk polong.
Penyakit
Penyakit utama pada kedelai
adalah karat daun Phakopsora
pachyrhizi, busuk batang, dan
akar Schlerotium rolfsii dan
berbagai penyakit yang
disebabkan virus.
Pengendalian penyakit karat
daun dengan fungisida
Mancozeb.
193
Penyakit busuk batang dan akar
dikendalikan menggunakan
jamur antagonis Thrichoderma
harzianum.
Pengendalian virus dilakukan
dengan mengendalikan
vektornya yaitu serangga hama
kutu dengan insektisida Decis.
Waktu pengendalian adalah
pada saat tanaman berumur 40,
50 dan 60 hari.
d.2.8.Panen
Kedele harus dipanen pada
tingkat kemasakan biji yang
tepat.
Panen terlalu awal
menyebabkan banyak biji
keriput, panen terlalu akhir
menyebabkan kehilangan hasil
karena biji rontok.
Ciri-ciri tanaman kedele siap
panen adalah :
- Daun telah menguning
dan mudah rontok
- Polong biji mengering
dan berwarna kecoklatan
Panen yang benar dilakukan
dengan cara menyabit batang
dengan menggunakan sabit
tajam dan tidak dianjurkan
dengan mencabut batang
bersama akar.
Cara ini selain mengurangi
kesuburan tanah juga tanah
yang terbawa akan dapat
mengotori biji.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s