teknik budidaya jagung

8.2. Teknik Budidaya Jagung
a. Botani Jagung
(Zea mays L.) merupakan salah
satu tanaman pangan dunia
yang terpenting, selain gandum
dan padi. Sebagai sumber
karbohidrat utama di Amerika
Tengah dan Selatan, jagung juga
menjadi alternatif sumber
pangan di Amerika Serikat.
Penduduk beberapa daerah di
Indonesia (misalnya di Madura
dan Nusa Tenggara) juga
menggunakan jagung sebagai
bahan makanan pokok.
Tanaman ini mempunyai fungsi
banyak yaitu:
a. Sumber karbohidrat
b. Pakan ternak (hijauan
maupun tongkolnya),
c. Diambil minyaknya (dari
biji)
d. Tepung (dari biji, dikenal
dengan istilah tepung
jagung atau maizena),
e. Bahan baku industri (dari
tepung biji dan tepung
tongkolnya). Tongkol
jagung kaya akan
pentosa, yang dipakai
sebagai bahan baku
pembuatan furfural.
f. Bahan farmasi, jagung
yang telah direkayasa
genetika juga sekarang
ditanam sebagai
penghasil bahan farmasi.
Berdasarkan bukti genetik,
antropologi, dan arkeologi
diketahui bahwa daerah asal
jagung adalah Amerika Tengah
(Meksiko bagian selatan).
Budidaya jagung telah dilakukan
di daerah ini 10.000 tahun yang
lalu, kemudian teknologi ini
dibawa ke Amerika Selatan
(Ekuador) sekitar 7000 tahun
yang lalu, dan mencapai daerah
pegunungan di selatan Peru
pada 4000 tahun yang lalu.
Kajian filogenetik menunjukkan
bahwa jagung (Zea mays ssp.
mays) merupakan keturunan
langsung dari teosinte (Zea
mays ssp. parviglumis ).
Dalam proses domestikasinya,
yang berlangsung paling tidak
7000 tahun oleh penduduk asli
setempat, masuk gen-gen dari
subspesies lain, terutama Zea
mays ssp. mexicana. Istilah
teosinte sebenarnya digunakan
untuk menggambarkan semua
spesies dalam genus Zea,
kecuali Zea mays ssp. mays.
Proses domestikasi menjadikan
jagung merupakan satu-satunya
spesies tumbuhan yang tidak
dapat hidup secara liar di alam.
Hingga kini dikenal 50.000
varietas jagung, baik ras lokal
maupun kultivar.
Jagung merupakan komoditas
andalan yang dirasakan
mempunyai keunggulan
komparatif karena :
170
- Saat ini Indonesia masih
mengimpor jagung dalam
jumlah besar + 700.000
ton per tahun untuk
keperluan industri pakan
ternak.
- Peluang pakan ternak
yang cukup besar di
Kalimantan Barat dan
saat ini Kalimantan Barat
masih mendatangkan
jagung dari Semarang
(Jawa Tengah) sebesar +
10.000 ton/tahun.
- Ketersediaan Lahan
untuk pengembangan
jagung di Kalimantan
Barat cukup besar yang
didukung dengan
ketersediaan teknologi
dan SDM. Selain itu juga
adanya serta sudah
terbentuknya kemitraan
dengan swasta yaitu di
Sanggau Ledo (Kab.
Bengkawang)
b Deskripsi
Jagung merupakan tanaman
semusim (annual). Satu siklus
hidupnya diselesaikan dalam 80-
150 hari.
Paruh pertama dari siklus
merupakan tahap pertumbuhan
vegetatif dan paruh kedua untuk
tahap pertumbuhan generatif.
Tinggi tanaman jagung sangat
bervariasi. Meskipun tanaman
jagung umumnya berketinggian
antara 1m sampai 3m, ada
varietas yang dapat mencapai
tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa
diukur dari permukaan tanah
hingga ruas teratas sebelum
bunga jantan.
Meskipun beberapa varietas
dapat menghasilkan anakan
(seperti padi), pada umumnya
jagung tidak memiliki
kemampuan ini.
Akar jagung tergolong akar
serabut yang dapat mencapai
kedalaman 8 m meskipun
sebagian besar berada pada
kisaran 2 m.
Pada tanaman yang sudah
cukup dewasa muncul akar
adventif dari buku-buku batang
bagian bawah yang membantu
menyangga tegaknya tanaman.
Gambar 56. Akar jagung
171
Batang jagung tegak dan mudah
terlihat, sebagaimana sorgum
dan tebu, namun tidak seperti
padi atau gandum. Terdapat
mutan yang batangnya tidak
tumbuh pesat sehingga tanaman
berbentuk roset.
Batang beruas-ruas. Ruas
terbungkus pelepah daun yang
muncul dari buku. Batang jagung
cukup kokoh namun tidak
banyak mengandung lignin.
Gambar 57 Batang jagung
Daun jagung adalah daun
sempurna. Bentuknya
memanjang. Antara pelepah dan
helai daun terdapat ligula.
Tulang daun sejajar dengan ibu
tulang daun.
Permukaan daun ada yang licin
dan ada yang berambut.
Stomata pada daun jagung
berbentuk halter, yang khas
dimiliki familia Poaceae. Setiap
stomata dikelilingi sel-sel
epidermis berbentuk kipas.
Struktur ini berperan penting
dalam respon tanaman
menanggapi defisit air pada selsel
daun.
Gambar 58 daun jagung
Jagung memiliki bunga jantan
dan bunga betina yang terpisah
(diklin) dalam satu tanaman
(monoecious).
Tiap kuntum bunga memiliki
struktur khas bunga dari suku
Poaceae, yang disebut floret.
Pada jagung, dua floret dibatasi
oleh sepasang glumae (tunggal:
gluma).
Bunga jantan tumbuh di bagian
puncak tanaman, berupa
karangan bunga (inflorescence).
Serbuk sari berwarna kuning dan
beraroma khas.
172
Bunga betina tersusun dalam
tongkol. Tongkol tumbuh dari
buku, di antara batang dan
pelepah daun.
Pada umumnya, satu tanaman
hanya dapat menghasilkan satu
tongkol produktif meskipun
memiliki sejumlah bunga betina.
Gambar 59. Bunga jantan
Gambar 60 Bunga Betina
Gambar 61 Buah Jagung siap
panen
Beberapa varietas unggul dapat
menghasilkan lebih dari satu
tongkol produktif, dan disebut
sebagai varietas prolifik. Bunga
jantan jagung cenderung siap
untuk penyerbukan 2-5 hari lebih
dini daripada bunga betinanya
(protandri).
c. Perbaikan teknologi
produksi jagung
Untuk mengimbangi permintaan
akan produksi jagung maka
pemerintah menerapkan
beberapa paket teknologi intuk
meningkatkan peoduksi jagung.
Dibawah ini diberikan
merupakan alternatif pertanaman
jagung pada lahan kering yang
dikeluarkan Departemen
Pertanian.
173
Urutan kerja pada teknologi
budidaya ini adalah:
1. Pengolahan tanah
sederhana atau tanpa
olah tanah (TOT).
2. Varietas yang digunakan
adalah bersari bebas
(varietas Bisma) maupun
hibrida sebanyak 20
kg/ha, yang telah
diperlakukan ridomil,
benih ditugal dengan
jarak tanam 80 x 40 cm
dengan 2 biji /lubang .
3. Pemupukan sesuai
dengan rekomendasi
setempat, yaitu seluruh
pupuk SP-36, KCI dan
1/2 bagian Urea
diberikan bersamaan
tanam atau 7-10 hari
setelah tanam sebagai
pupuk dasar, dengan
cara ditugal 5 cm dari
lubang tanaman.
4. Pupuk susulan '/2 bagian
Urea diberikan pada
umur tanaman 1 bulan
setelah tanam, pupuk
diberikan dengan cara
tugal sedalam 5-10 cm
ditutup kembali.
5. Penyiangan dilakukan 2
kali yaitu umur 2 minggu
dan 4 minggu setelah
tanam sekaligus
membumbun.
6. Pengendalian hama
penyakit dilakukan
dengan menerapkan
konsep pengendalian
hama terpadu (PHT).
7. Panen dan pasca
panen, tanaman dipanen
apabila klobot berwarna
keputihan/coklat dan
mengering dengan biji
mengkilap dan kadar air
25-30 %.
Untuk lebih jelasnya perhatikan
urutan gambar berikut:
174
Gambar 62 Urutan penanaman
jagung
d.gejala kahat hara
Beberapa gejala gejala kahat
satu atau lebih hara esensia
pada jagung
Petani jagung harus belajar
mengenal gejala gejala kahat
satu atau lebih hara esensial
yang diperlukan untuk
pertumbuhan tanaman yang
sehat untuk memperoleh hasil
yang menguntungkan.
Kita harus dapat menjadi dokter
untuk tanaman jagungmu
sendirl.
Melihat kebun secara teratur dan
mengidentifikasi gejala dari
suatu masalah merupakan aspek
penting dari budidaya tanaman.
Keuntungan optimum dari
investasi untuk produksi
tergantung dari suplai hara yang
cukup selama pertumbuhan
tanaman.
Gejala kahat hara yang timbul
disebabkan karena
kebutuhannya tidak terpenuhi.
Hendaknya kebun dicek
beberapa kali selama satu
musim. Kahat hara yang dapat
dideteksi dini dapat diatasi
dengan pemupukan dalam alur
di sisi tanaman. Andaikata tidak
dapat diatasi dalam tahun ini,
asal diketahui di mana masalah
tersebut timbul, maka sudah
merupakan informasi yang
sangat berarti untuk
perencanaan pemupukan pada
musim berikutnya.
Daun tanaman yang sehat harus
berwarna hijau tua. Hal ini
menunjukkan bahwa daun
tersebut berkadar klorofil tinggi
yang sangat dibutuhkan untuk
menangkap sinar matahari untuk
menghasilkan gula yang
diperlukan untuk pertumbuhan
dan perkembangan tanaman.
Kahat nitrogen
Kahat nitrogen (N) tidak mudah
dideteksi waktu tanaman masih
muda. Namun bila berwarna
hijau kekuningan, maka
kemungkinan tanaman kahat N.
Bila kahat N dapat dideteksi dini,
pemberian pupuk N dalam alur di
sisi tanaman dapat mengatasi
masalah ini.
Setelah tanaman kira-kira
setinggi lutut, tingkat
pertumbuhan akan meningkat
yang diikuti dengan kebutuhan N
yang meningkat cepat.
Kebutuhan 3, 4 kg N/ha/hari
adalah umum dan kebutuhan ini
175
meningkat dua kali lipat saat
pertumbuhan maksimum. Bila N
tidak tersedia dalam jumlah
cukup, maka warna ujung daun
tua akan berubah menjadi
kuning dan warna ini akan
berkembang sepanjang tulang
daun utama. Karena N sifatnya
mobil dalam tanaman, gejala
kahat N ini berangsur-angsur
akan merambah ke daun-daun di
atasnya. Daun tua kemudian
akan mati. Uji N jaringan
tanaman dapat dilakukan
dengan menggunakan indikator
kimia atau alat elektronik untuk
membantu mengdiagnosis kahat
N ini. Tanaman mati muda
dengan tongkol yang kecil dan
bijinya sedikit.
Kahat fosfor
Kahat fosfor (P) umumnya sudah
tampak waktu tanaman masih
muda. Gejala awal dimulai
dengan daun yang berwarna
ungu-kemerahan. Tangkai yang
lemah dan kecil tanpa tongkol
atau tongkolnya kacil dan melilit -
juga merupakan indikasi kahat P.
Suhu rendah dan udara kering
atau sangat basah pada awal
pertumbuhan atau restriksi fisik
untuk pertumbuhan akar dapat
menyebabkan kahat P,
meskipun P dalam tanah cukup.
Kahat P juga menyebabkan
panen terlambat. Serapan P
yang banyak per hari saat
pertumbuhan yang cepat
menekankan pentingnya
kesuburan tanah yang tinggi
yang mampu menyuplai hara P
yang cukup.
Kahat kalium
Kahat kalium (K) dimulai dengan
warna kuning atau kecoklatan
sepanjang pinggir daun pada
daun tua. Warna tersebut akan
berkembang ke arah tulang daun
utama dan pada daun-daun di
atasnya. Gejala umum kahat K
lainnya adalah warna coklat tua
pada buku batang bagian dalam
dan dapat diketahui dengan
mengiris batang secara
memanjang. Ukuran tongkol
kadang-kadang tidak terlalu
dipengaruhi seperti halnya pada
kahat N dan P, tetapi biji-biji
jagung pada ujung tongkol tidak
berkembang dan tongkol jagung
banyak kelobotnya dengan biji
sedikit sebagai akibat kahat K.
Kalium juga merupakan faktor
utama dalam efisiensi
penggunaan air dan karena itu
pengaruh kekeringan akan lebih
nyata bila tanaman kahat K. Saat
kebutuhan maksimum
menyebabkan serapan K lebih
banyak daripada N. Hal ini
menunjukkan pentingnya
kesuburan tanah yang tinggi
untuk mencapai produksi yang
menguntungkan.
Kahat hara lainnya
Kecuali N, P dan K, kahat hara
lainnya tidak sering dijumpai di
lapang, tetapi dapat merupakan
pembatas penting produksi.
Kahat belerang (S) tampak pada
daun muda yang berwarna hijau
muda dengan pertumbuhan yang
terhambat. Sering dijumpai pada
tanah berpasir atau tanah
dengan kadar bahan organik
176
rendah. Berbagai pupuk yang
mengandung S dapat digunakan
untuk mengatasi masalah ini.
Kahat magnesium (Mg)
menyebabkan timbulnya warna
keputihan sepanjang kanan kiri
tulang daun pada daun tua
dengan warna merah keunguan
sepanjang pinggir daun. Gejala
ini dapat merupakan indikasi
bahwa tanahnya masam,
terutama timbul pada tanaman
muda dengan pengolahan tanah
yang kurang intensif. Pemberian
dolomit dapat mengatasi
masalah kahat Mg ini pada
tahun-tahun berikutnya. Bila pH
tidak merupakan masalah, maka
sumber Mg lainnya seperti
Kalium-Magnesium-Sulfat dapat
mengatasi kahat Mg ini.
Daun pucuk yang mengering
atau melilit merupakan indikasi
kahat tembaga (Cu). Kahat seng
(Zn) ditandai oleh garis-garis
klorotik yang paralel dengan
tulang daun utama pada daun
muda, ruas pendek dan tanaman
kerdil. Tanaman tanpa tongkol
atau tongkolnya steril pada
pertanaman dengan populasi
tinggi yang mendapat pupuk
cukup dapat disebabkan oleh
kahat boron (B).
Lahan masam mempengaruhi
serapan berbagai hara dan
dapat menyebabkan tanaman
kahat hara, meskipun tanaman
dipupuk cukup. Uji tanah perlu
dilaksanakan secara teratur
untuk mengidentifikasi masalahmasalah
yang berkaitan dengan
pH dan memonitor kadar P dan
K tanah. Uji nitrat pada profil
tanah akan memberikan
informasi yang baik untuk arahan
pemupukan N di daerah di mana
residu nitrat masih tersisa dari
musim sebelumnya. Di daerah
yang lebih
Gejala Daun
Daun sehat mengkilat dan
berwama hijau tua bila tanaman
mendapat suplai hara yang
cukup.
Kahat FOSFOR daunnya
berwarna ungu-kemerahan,
terutama pada tanaman yang
masih muda.
Kahat KALIUM ujung dan tepi
daunnya berwarna kekuningan
atau mengering.
Kahat NITROGEN dimulai
dengan wama kekuningan pada
ujung daun dan berkembang
sepanjang tulang daun utama.
Kahat MAGNESIUM
menyebabkan timbulnya garisgaris
keputihan sepanjang tulang
daun dan seringkali timbul warna
ungu pada bagian bawah dari
daun tua.
KEKERINGAN menyebabkan
tanaman berwarna hijaukeabuan;
daun-daun
menggulung sebesar pensil.
PENYAKIT Helminthosporium
dimulai dengan bercak kecil dan
berangsur-angsur berkembang
pada seluruh daun.
177
Zat kimia kadang-kadang
menyebabkan
1. Batang sehat mempunyai
ukuran normal. Batang
tersebut bila dipotong
memanjang akan terlihat
bagian dalam batang
berwarna keputihan dan
sehat.
2. Tanaman perlu dipupuk
KALIUM apabila batang
dipotong menunjukkan wama
coklat pada bukunya.
3. Kahat FOSFOR mempunyai
batang yang lemah dan kecil,
kadang-kadang tanaman
tidak membentuk tongkol
atau tongkolaya kecil.
Perhatikan warna ungu pada
daun tua.
4. Tanaman jagung membentuk
ANAKAN bila tanaman
dipupuk terlalu banyak
Nitrogen pada awal
pertumbuhan.
5. Gejala serangan penyakit
pada batang juga
menyebabkan timbulnya
ikatan pembuluh yang
berwarna kehitaman pada
batang bagian atas dengan
warna yang lebih gelap pada
batang bagian bawah. Busuk
pada batang bagian dalam
menyebabkan tanaman
cepat mati dan batangnya
patah. Tongkolnya mengecil
Gambar 63. Beberapa gejala
kerusakan pada batang jagung
Gejala pada akar
1. Akar yang banyak dan
dalam dari tanaman
menunjukkan tanaman
sehat
2. FOSFOR pada awal
pertumbuhan
menyebabkan
perkembangan akar tidak
sempurna.
3. Cacing akar memakan
akar halus dan membuat
tanaman tidak tumbuh
sempurna
178
4. Tanah masam
menyebabkan akar
bagian bawah berubah
warna dan busuk,
terutama pada akar
penunjang yang tumbuh
pada buku ketiga dan
keempat.
5. Kerusakan karena zat
kimia menyebabkan akar
tidak berkembang
Ciri-ciri kerusakan akar tanaman
jagung seperti tersebut diatas
dapat dilihat pada gambar
berikut yang dimulai dari atas
dan seterusnya
1
2
3
4
5
Gambar 64. Beberapa gejala
kerusakan pada akar jagung
Gejala kekurangan, kelebihan
ataupun penyakit juga dapat
dlihat pada tongkol buah, seperti
tertera diwah ini
1.TONGKOL NORMAL yang
mendapat cukup pupuk dan
berproduksi tinggi, beratnya
sekitar 150-225 gram. Ujung
kelobot fidak penuh berisi biji.
2.TONGKOL BESAR yang
beratnya lebih dari225gram
dengan bijiyang memenuhi ujung
kelobot merupakan
indikasibahwa populasi tanaman
terlalu sedikit untuk mencapai
produksiyang menguntungkan.
3.TONGKOL KECIL
menunjukkan bahwa tanahnya
kurang subur, populasi tanaman
terlalu banyak atau ada masalah
lainnya.
179
4.KAHAT KALIUM menyebabkan
ujung tongkol tidak berbiji penuh,
bijinya jarang dan tidak
sempurna.
5.KAHAT FOSFOR mengganggu
persarian dan pembentukan biji.
Tongkolnya kecil, sering
bengkok dengan pembentukan
biji yang tidak sempuma.
RAMBUT HIJAU saat tongkol
masak menunjukkan bahwa
tanaman terlalu banyak dipupuk
Nitrogen
UDARA KERING menyebabkan
pembentukan rambut yang
lambat; persarian tidak
sempuma pada saat
pembentukan biji.
Gambar 65 Beberapa gejala
kerusakan pada tongkol
Biji jagung kaya akan
karbohidrat. Sebagian besar
berada pada endospermium.
Kandungan karbohidrat dapat
mencapai 80% dari seluruh
bahan kering biji.
Karbohidrat dalam bentuk pati
umumnya berupa campuran
amilosa dan amilopektin.
Pada jagung ketan, sebagian
besar atau seluruh patinya
merupakan amilopektin.
Perbedaan ini tidak banyak
berpengaruh pada kandungan
gizi, tetapi lebih berarti dalam
pengolahan sebagai bahan
pangan.
180
Jagung manis tidak mampu
memproduksi pati sehingga
bijinya terasa lebih manis ketika
masih muda.
Secara rinci kandungan zat apa
saja yang terdapat pada jagung
adalah: gula, kalium, asam
jagung dan minyak lemak.
Utrennya (buah yang masih
muda) banyak mengandung zat
protein, lemak, kalsium, fosfor,
besi, belerang, vitamin A, B1,
B6, C dan K.
Rambutnya mengandung minyak
lemak, damar, gula, asam
maisenat dan garam-garam
mineral.
Biji buah jagung biasanya di buat
tepung jagung (maizena).
e. Manfaat dan kegunaan
Salah satu manfaat jagung
adalah diuretik (memperlancar
air seni) karena kandungan
kaliumnya yang tinggi terutama
pada rambut dan tongkol
mudanya.
Selain itu, kandungan thiamin
bisa mengeringkan luka seperti
misalnya luka pada cacar air.
Kandungan fosfornya baik untuk
tulang dan gigi.
Kegunaan jagung adalah:
1. Melancarkan air seni
2. Radang ginjal, batu ginjal
3. Hipertensi
4. Diabetes
5. Melancarkan ASI
6. Rakhitis
7. Batu empedu
8. Cacar air
9. Diare
10. Keguguran (rambut, daun
dan tongkol mudanya)
f. Teknik Budidaya Jagung
Sukmaraga
Produksi jagung dewasa ini tidak
dapat memenuhi kebutuhan
dalam negeri sehingga
diperlukan impor.
Keadaan ini tidak dapat
dibiarkan karena akan
merugikan para peternak yang
membutuhkan pakan, dimana
jagung memegang peran 51 %
sebagai bahan pokok
pembuatan pakan.
Untuk mengatasi hal ini maka
dicarilah varietas jagung yang
dapat berproduksi sampai 8,5
ton/ha.
Oleh karena itu perlu suatu
acuan teknologi budidaya jagung
sukmaraga, sehingga petani
yang mencoba dan
mengembangkan jagung
sukmaraga dapat berhasil sesuai
potensial hasil dari jagung
tersebut.
181
Diharapkan dengan berhasilnya
petani menerapkan jagung
sukmaraga, peningkatan
produksi jagung dapat
meningkat. Mengingat jagung
sukmaraga adalah jagung
komposit dapat ditanam ulang
sampai 3 (tiga) kali tanam tidak
seperti jagung Hibrida hanya 1
(satu) kali tanam sehingga harus
beli lagi, jadi cukup menghemat
input sarana produksi.
1Penyiapan lahan
1. Tanah dibajak 15-20 cm,
gemburkan dan ratakan,
atau tanpa olah tanah bagi
tanah gembur/ringan.
2. Bersih dari sisa-sia
tanaman dan tumbuhan
pengganggu.
2. Penanaman
1. Buat lubang tanam
dengan tugal sedalam 5
cm.
2. Jarak tanam 75 cm x 40
cm (2 tanaman /rumpun),
atau 75 cm x 20 cm
(1tanaman /rumpun)
3. Masukkan benih dalam
lubang tanam dan tutup
dengan tanah atau pupuk
kandang.
3 Pemupukan
1. Takaran pupuk: untuk
yang telah dika\ji di
Lampung 350 kg urea/ha
+ 150 kg SP 36/ha + 100
kg KCL/ha.
2. Pupuk diberikan 2 kali,
pertama 7-10 hst (200
kg urea/ha + 150 kg SP
36/ha +100 kg KCL/ha)
kedua:30-35 hst(250 kg
urea/ha).
3. Pupuk diberikan dalam
lubang/ larikan + 10 cm
4. Disamping tanaman
ditutup dengan tanah .
5.Penyiangan
1. Penyiangan pertama
pada umur 15 hst.
2. Penyiangan kedua pada
umur 28-30 hst,
dilakukan sebelum
pemupukan kedua.
6. Pengendalian hama penyakit
Pengendalian penyakit bulai
dapat dilakukan dengan: Benih
jagung 1 kg dicampur 2 gr
Ridomil atau Saromil yang
dilarutkan dalam 7,5 –10 ml air.
Sedangkan untuk pengendalian
hama penggerek diberi
insektisida Furadan 3G melalui
pucuk tanaman (3-4 butir/
tanaman).
182
7. Pemberian air (khususnya
musim kemarau)
Pada saat sebelum tanam 15
hari setelah tanam 30 hst , 45
hst, dan 75 hst (6 kali
pemberian).
Sumber air dapat dari irigasi
permukaan atau tanah dangkal
(sumur) pompa
Tabel 12. Analisa Ekonomi Usaha Tani Jagung Hybrida
No. Uraian Keterangan
1. Produksi per Ha 4.800/Kg
2. Harga Rp. 1000/Kg
3. Nilai Produksi Rp. 4.700.000,-
4. Total Biaya Produksi Rp. 2.304.000,-
5. Pendapatan Petani (3-4) Rp. 2.496.000,-
6. Biaya Pokok (4 : 1) Rp. 480,-/kg
7. R/C (3:4) 2,08
Sumber : Potensi Investasi Subsektor Tanaman Pangan dan Hortikultura di
Propinsi Kalimantan Barat, Disperta, 2000
183
8.Panen
Jagung siap dipanen jika klobot
sudah mengering dan berwarna
coklat muda, biji mengkilap, dan
bila ditekan dengan kuku tidak
membekas.
g.Beberapa kendala budidaya
jagung hibrida
Jagung adalah tanaman yang
sangat akrab dengan petani.
Komoditas ini merupakan salah
satu bahan pangan andalan.
Beberapa daerah di Indonesia
masyarakatnya menjadikan
jagung sebagai bahan makanan
pokok di samping beras dan
umbi-umbian.
Tak heran, rencana
mengembangkan jagung hibrida
di Indonesia hingga mencapai
produksi lima juta ton pada tahun
2010 merupakan peluang besar
bagi petani untuk meningkatkan
produksi dan pendapatan.
Harus dicatat bahwa komoditas
jagung yang dihasilkan petani.
selama ini bersumber dari benih
lokal yang ditanam secara
tradisional. Selain tingkat
produktivitas yang rendah,
jagung lokal itu tidak laku di
pasaran dalam negeri sebagai
bahan baku industri pakan.
Kondisi sosial petani jagung juga
merupakan tantangan tersendiri
bagi usaha pengembangan
jagung hibrida.
Sebagian besar petani, masih
bergantung pada kemurahan
alam.
Belum akrab dengan teknologi,
seperti penggunaan pupuk dan
obat-obatan.
Padahal, tanpa perlakuan
khusus, benih jagung hibrida
tidak bakal mencapai tingkat
produktivitas standar, yaitu 7 ton-
8 ton per hektar.
Analisa biaya produksi jagung
hibrida dicantumkan pada Tabel
10.
Jagung juga mempunyai
beberapa manfaat, dibawah ini
adalah pohon industri dari pada
jagung
184
.
Gambar 66 Pohon industri jagung
185
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s